Posts filed under: ‘Puisi‘




Puisi terbaru

KESABARAN CINTA

 

Hidup serasa sepi tanpa cinta
Kesepian yang sengat mendalam
Ketika insan mengharapkan cinta
Sesuci air surgawi yang tenang

Setiap insan harus bersabar
Dan teruslah berusaha dan berdoa
Kesabaran cinta begitu berat
Seberat kau kehilangan cinta mu

Kesabaran yang penuh harapan
Kesabaran yang penuh kesedihan
Mampukah aku selalu bersabar ?
Sabar dalam mengharapkan cinta sejati

Mungkinkah ini adalah sebuah ujian
Ujian bagi sang pencinta sejati
Yang selalu mengharapkan cinta
Dengan melewati berbagai rintangan

Oh …Tuhan
Berikanlah hambamu sepercik kekuatan
Kekuatan yang sangat ku harapkan
Dalam kesabaran menunggu cintaku yg iklas nan tulus tuk hati nya dan hati qu…

 

CINTA SEJATI

Cinta sejati bukan berarti harus memiliki…
Tapi merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain
Itu adalah cinta sejai

cinta sejati bukan dilihat dari materi…
Tapi cinta sejati datang dari kata hati
Apakah kita bisa mencintai dan menerima apa adanya walau dia hanya sebatang kara

Cinta sejati bukanlah sebuah pembodohan…
Bagi orang – orang yang bisa mengerti
Apa arti cinta yang sebenarnya
Cinta adalah sebuah kebodohan…
Bagi orang-orang yang salah mengartikan

Apa itu cinta
Cinta sejati adalah untaian kata yang bisa membuat hati kita merasa bahagia dan di hargai oleh seseorang yang mencintai kita…
Jangan pernah mengorbankan cinta demi harta….
Cinta itu akan lebih berarti bila kita menjalani nya dengan hati dan perasaan yang sempurna…

 

Sumber : http://puisicinta.web.id

Iklan

Add a comment Februari 8, 2012

PUISI RINDU

  • Tentang Rindu

Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani
Biarlah ku nikmati kesunyian ini

Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini
Biarlah ku nikmati kehampaan ini
Mungkin air mata yang tulus
Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta

Semoga kerinduan ini kan segera berakhir
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna
Dan dapat membuat ku bahagia

oleh: Dahyee Poetra

  • Kerinduan

Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti

Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal

Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah

Sumber: Angrek biru

  • Cinta dan Rinduku Padamu

Adakah engkau disana sepertiku
Memasuki dunia hayalanku yang mencaci
Aku berhayal berduaan dengan mu
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu

Wahai cintaku disana
Mengapa kau tak mengenaliku
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu

Adakah engkau disana sepertiku
Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
Saat berhadapan dengan mu

Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku
Engkau cintaku, cinta terpendamku
Engkau rinduku, rindu tak bertuanku.

  • Rindu

Akan ke manakah angin melayang
Tatkala turun senja nan muram
Pada siapa lagu kuangankan
Kelam dalam kabut rindu tertahan

Datanglah engkau berbaring di sisiku
Turun dan berbisik tepat di sampingku
Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
Kuingin menjerit dalam pelukanmu

Akan kemanakah berarak awan
Bagi siapa mata kupejamkan
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan di hati berguguran

Sumber : http://www.AsianBrain.com. (Emha Ainun Nadjib)

  • Selalu Merindu

Rindu adalah tali yang tak pernah putus
Merentang di tiang hati, di tiang mimpi
Kadangkala di singgahi burung yang mengelakkan kabut
Pada pagi dingin yang mengaburkan sinar matahari

Rindu adalah tiang yang tak pernah tumbang
Tegak dilorong kehidupan, disepanjang labuh usia
Disitu tergantung lampu kenangan dan ingatan
Biarpun hari semakin tua dan kelam sudah bermula

Rindu adalah lorong yang tak pernah tertutup
Dari musim ke musim ia menjadi laluan
Pengembara yang mencari cintanya yang hilang
Disitu rumput yang telah lama bertukar warna
Bunga dan daun silih berganti segar dan kuncup

Rindu adalah musim yang tak pernah tentram
Resah datang gelisah berulang mengusik nasib
Hanya dzikir dan do’a menjadi penawar mereda pedih dan sakit
Dan sesekali puisi menjadi nyanyian yang mengharukan
Dalam senyap air mata perlahan-lahan menitik

  • Lagu Rindu

Teringat ucapan mu padaku
Tunggulah aku bersama cintaku dan kesetiaanku
Dan ku katakan padamu
Bahwa aku akan menunggumu

Suaramu di seberang sana
Mengobati rasa sakit karena rindu
Rasa curiga yang berkecamuk di dada
Namun hanya sekejap saja

Aku memang menunggumu
Selalu menunggumu
Mempertahankan rindu ku
Mengagungkan cinta ku

Aku ingin kaupun begitu
Tetap merindui ku
Mengingat setiap waktu yang telah kita lalui
Dan akan kembali kepadaku lagi

 

  • Untuk Ku

 

Lidah membuat kita terluka
Hingga…
Ego membuat kita terpisah

Aku pergi ke heningan malam
Engkau pergi ke ujung jalan
Tanpa menoleh lagi kebelakang

Di tepi pasir putih ini
Aku kembali merenungimu
Mengapa pengorbanan untuk cinta kita
Tak di anggap ada

Aku kembali kesini
Tempat di saat kita berpisah
Karena rinduku padamu
Berharap kau berfikiran sama
Kembalilah untukku dari ujung jalan sana

 

  • Senja Yang Indah

 

Saat matahari mulai terbenam
Aku melihatmu tersenyum di sampingku
Aku tak berkedip menatap matamu
Bagiku, matamu begitu sempurna

Hari itu
Aku merasakan denyut nadimu
Detakan keras jantungmu
Harum nafasmu
Juga hangat cintamu

Kini tentangmu kujadikan crita sebelum tertidur
Ku jadikan bayang kerinduan sebelum terlelap
Dan Ku jadikan Pelabuhan di alam mimpi
Jiwa ini, Hati ini, Hidup ini begitu merindukanmu
Engkau adalah kisah terindahku

  • Yang Terjadi

Apa yang akan terjadi pada Diri
Sudah tertulis di Kabut Gunung Giri
Walau seperti menguap di Tengah Hari
Itu masih nyata tertera di Cosmic Memory

Tapi aku harus terus Menyanyikan Lagu
Itulah hiburan melepas Rindu Kalbuku
Rindu kepada yang pernah menemaniku semasa waktu
Kepada Dia yang membuatku terlena

Aku tak mampu
Membuat jadi lebih baik seseorang
Biar kubaca Puisi hanya untuk Batu Karang
Karena Rinduku kepadaNya, Dulu dan Sekarang

Sumber: http://www.mentari.biz/puisi-rindu.html

2 komentar November 23, 2011

Kumpulan Puisi

MUNGKINKAH

Jika dia kukenal

Mungkinkah….

Jika dia ku sayang..

Mungkinkah..

Jika dia ku cinta..

Mungkinkah..

 

Mengapa ragu,bimbang,takut..

Itu ada dalam khayalan ku

Atau semua rasa ini ada..??

Aku bingung dengan semua ini…

 

KESALALAHAN KU

Aku terbawa arus yang sangat jauh

Dimana aku tak tahu lagi harus kemana

Tuk menampakkan ke daratan

Cinta ini membuatku bimbang

 

Hatiku slalu sakit

Saat aku harus kehilangan semuanya

Entah bagaimana lagi

Disaat aku merasa dapatkan kebahagianku

Ternyata itu salah

Aku ambil cinta yang belum tentubuat aku bahagia

Dan inilah awal penderitaan ku

 

KASIH DAN SAYANG

Diantara hitam putih menyapa.

Diantara sinar mentari yang kian membara

Dan diantara hiruk piruk dunia fana

 

Kau jaga diri ini dengan segala yang kau bisa

Bisikan kasih dan sayangmu

Begitu lepas dan menyentuh jiwaku

Dengan segala keterbatasan yang kau miliki

 

Kau tabor berjuta kasih di hatiku

Ku tak berdaya dihadapan kasih dan sayangmu

Ku tak mampu berpaling dari jeratan hatimu

Ku tak kuasa meninggalkan gejolak jiwaku

Ku tak berdaya menepis hasrat dan rasaku

 

Kebebasan yang kau berikan,mengikatku

Budi bahasa yang kau bawa,meluluhkan kalbu

Ketulusan yang engkau berikan,membuatku berarti.

Dan entah apalagi…

 

Mungkin kau ak sadar itu

Mungkin pula kau tak mengerti

Berpaling darimu adalah kebodohan ku

Meninggalkanmu hanya menyiksa jiwa ku.

 

Sumber : http://www.puisipuisi.com

2 komentar November 16, 2011

Puisi Untuk IBU

IBU

ibu

sekian lama

aku bersemedi direlung gua teduhmu

sembari bertapa

kau suapi aku dengan cinta

dari telagamu

aku meluncur bagai kesiur…

ibu

kaulah danau

tempat aku meredam racau

tak pelak

dari kawahmu aku bermula

ibu

kaulah langit

tempat aku mengemis harap

yang sekali ketika

kau rinaikan hujan kasihmu

ibu

kaulah bumi

tempatku terlentang dan berbaring

bermain dan istirah

ibu

kaulah tanah

tempatku mukim diceruk rahim

seketika kau sawah

tempatku memanen bebutir padi

ibu

kaulah awan

tempatku bernaung dari terik yang pengap

ibu

kaulah laut

tempatku berenang di ombak kasihmu

ibu

kaulah gunung

tempatku memijak dan berdiri regak

dari lerengmu aku mendaki kasihmu

ibu

kaulah samudra

tempatku menampung paru dan jantung

ibu

kaulah dermaga

tempatku melabuhkan perahu jiwa

ibu

kaulah cahaya yang lenyapkan gelapku

kaulah api yang hangatkan dinginku

kaulah air yang sejukkan panasku

kaulah mentari yang terangkan petangku

kaulah rembulan yang menjadi pahlawan malamku

ibu

kasihmu tulus tak perlu di tebus

cintamu teduh tak butuh di sepuh

doamu sejuta lebih mustajab

tinimbang doa seribu kekasih

ibu

sambil mengembara

aku menjadi musafir

yang mencari surga di telapak kakimu

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/10/ibu-8.html#ixzz1dCvLlbLT
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.
ORANG YANG TAK TERGANTIKAN

dirimu.
Hanya satu.
Tak kan pernah kutemukan dimanapun.
Tak kan ada yang bisa menggantikanmu.

Dirimu di hidupku.
Berarti penting.
Aku yang kini beranjak dewasa.
Tak akan begini tanpamu.

Kau asuh aku.
kau didik aku.
Kau sayangi aku.
Dengan apa harus ku balas semua itu?

Sekarang aku jauh darimu.
Sekarang aku harus belajar hidup tanpamu.
Tak ada lagi belaian kasih sayangmu.
Tak ada lagi kudengar suaramu.

Ibuku…
apa kabarmu hari ini?
Kamu orang yang tak kan pernah tergantikan.
Sampai kapanpun………

karya: iya goga
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/orang-yang-tak-kan-tergantikan.html#ixzz1dCyEl3fh
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

 

UNTUK IBU
butir air mata menumpuk dipelupuk matamu
jelaskan rasa,saat kau baca baris baris cinta dari sang pendosa
kuusapkan, telapak tanganku pada pipimu yang pucat
kurasakan, dadaku semakin sesak dan ngilutak ada yang bisa kuucapkan hari ini
seperti malam malam kemarin,
bersama cahaya kejora dimalam itu
aku hanya terdiam bisu

ingin aku berkata
aku cinta kamu
namun, bibir ini terkatup rapat. tercekat

kurasa getaran merangkak diujung jari jariku yang kaku
sungguh! aku pendosa bodoh yang tak pandai bicara
untuk sekedar bicarakan cinta
biarlah, cinta ini kupendam dalam sepi
hingga kutemukan tangga pelangi untuk menujumu. Bidadari

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/untuk-ibu-3.html#ixzz1dCyXoSs7
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

 

Add a comment November 9, 2011

Puisi

CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

sumber: http://chairil-anwar.blogspot.com/

Add a comment Oktober 19, 2011

Kumpulan Puisi

      Kepergianmu

Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku


Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

Kepada Seorang Ayah yang berbahagia,

wpe1.jpg (5799 bytes)
Koleksi Photo Jim Henry

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu

Add a comment Oktober 3, 2011

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Oktober 2019
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category