KANCIL MENJADI HAKIM

Desember 5, 2011 nuzulianiqarlina

Di tepi hutan yang subur ada sapi betina, sapi jantan dan anak mereka seekor sapi yang baru menanjak remaja. Pemandangan di tepi hutan yang indah dan rumout yang hijau subur membuat mereka gembira. Anak sapi berlarian ke sana ke mari.

“Bu saya mau jalan ke tepi sungai.” Kata anak sapi.

“Boleh, tapi jangan  jauh-jauh,” kata Ibu Sapi. “Iya bu,” jawab anak sapi.

Sapi muda itu berjalan ke tepi sungai, ia melihat berbagai hewan kecil di sekitar sungai. Hatinya merasa senang saat melihat katak berloncatan. tak terasa ia sudah sangat jauh meninggalkan tempat ke dua orang tuanya. ”Tolong,” Tiba-tiba ia mendengar suara merintih. Di depan sana ada seekor buaya sedang tertindih pohon yang patah.

“Tolong, Tolong aku…….” Rintih buaya dengan suara memelas.

“ kau ini kenapa pak buaya?” Tanya sapi sambil mendekat.

“aduh Sapi yang baik, sudah dua hari aku terjebak kayu besar ini,” kata buaya

“Siapa yang menjebak kamu dengan kayu besar ini pak buaya?” Tanya sapi

“Gara-gara gempa bumi dua hari yang lalu sekarang tolonglah aku sapi yang baik,” kata buaya.

“ku rasa, aku tidak bisa menolong kamu pak buaya,” kata sapi dengan ragu.

“ kenapa? Kau pasti kuat mendorong kayu yang menjatuhi aku ini!” kata buaya.

“sebenarnya aku kuat,tapi….” Kata sapi.

“kenapa?” Tanya buaya.

Sapi teringat pesan ibunya, bahwa bangsa buaya tidak bisa di percaya, karena mereka licik sekali. Suka memakan daging hewan lainnya.

“tidak, aku tidak bisa menolong kamu pak buaya, kalau kau  aku tolong jangan-jangan nanti kau akan memakan ku!” kata sapi.

“jangan khawatir, aku tidak akan melukai kamu!” kata buaya.

“tidak! Aku idak bisa mempercayai kamu pak buaya,” jawab sapi.

“oh, sapi yang baik! Apakah kamu tidak kasihan padaku, sudah dua hari aku tersiksa begini,tidak bisa makan dan minum, dada ku terasa sesak!!” kata buaya dengan merayu.

“ tapi kau binatang jahat,“ potong sapi.

“sapi yang baik, itu dulu. Setelah aku terjebak kayu besar begini aku sadar bahwa aku memerlukan hewan lain, maka sekarang aku bertobat tidak akan memakan hewan lain kecuali hewan itu telah mati sendiri, tolonglah aku sapi…..!” kata buaya masih tetap merayu.

Rayuan buaya sambil mengeluarkan air mata. Sapi itu lama-lama terpengaruh dengan kata-kata buaya, karena ia merasa kasihan pada buaya itu.

“baiklah, aku akan menolong kamu pak buaya! Tapi kamu harus janji tidak akan mencelakai aku.” Kata sapi.

“ iya aku janji, percayalah,” bujuk buaya.

Lalu api berusaha mendorong kayu itu sekuat tenaganya, dan akhirnya buaya terlepas dari jatuhan kayu besar. Tetapi….! Begitu kayu itu terlepas dari badan buaya. Buaya itu langsung meloncat ke punggung sapi dan mengigit punggung sapi.

“ aduh….! Teriak sapi kesakitan. “kenapa kau menggigit aku?” Tanya sapi.

“aku  sudah minta tolong kepada kamu, bahwa aku terjebak kayu besar selama dua hari, tidak makan dan minum. Sekarang kau harus menolong aku, agar bebas dari haus dan lapar.” Kata buaya.

“ dengan memakan daging aku?” kata sapi.

“betul, sekaligus menghirup darah mu,” kata buaya.

“dasar buaya licik, tak tau balas budi!” kata sapi dengan marah.

“ dasar sapi yang bodoh, terimalah nasib kamu,” kata buaya dengan senang.

“tidak, ini tidak adil bagi aku!” teriak sapi.

“ini sudah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang.” Kata buaya.

“aku tidak bisa terima ini,” kata sapi.

“ kau bisa bertanya pada makhluk yang lain, pasti mereka akan membenarkan aku,” jawab buaya.

“ ya, aku akan minta keadilan pada yang lain.” Kata sapi.

Ketika saat itu ada tikar rapuh yang hanyut di sungai. Sapi menceritakan kejadian yang menimpanya dan meminta pendapat pada tikar rapuh itu. Dan tikar menjawab, “ itu sudah benar, terimalah nasib kamu. Aku juga mengalaminya, ketika keadaan aku masih baru aku di pakai, jika kotor di bersihkan tetapi setelah rapuh dan banyak yang berlubang, aku di buang ke sungai begitu saja.”

“nah, benar apa kata aku,” kata buaya.

“tidak, itu ada keranjang hanyut.” Protes sapi.

Tapi ketika keranjang itu ditanya, jawabnya sama dengan tikar. Tiba-tiba ada seekor bebek betina tua berenang, sapi dan buya meminta pendapat kepada bebek itu.

“ ku kira buaya benar, sebab manusia juga kejam. Ketika aku masih muda dan bisa bertelur, aku di pelihara. Sekarang ketika aku sudah tua, aku mau disembelih. Untungnya aku bisa melarikan diri. Jadi tirulah perbuatan manusia, mereka mau enaknya sendiri.” Kata bebek tua.

“hahahaha… mau mengadu kemana lagi kau sapi?” kata buaya dengan terbahak-bahak.

Pada saat itu Kancil lewat di depan buaya dan sapi. Buaya meminta pendapat kepada kancil, ia yakin kancil juga akan membenarkan pendiriannya.

“ Kalau aku di minta menjadi hakim, aku harus tau awal kejadiannya. Apakah kalian keberatan jika mengulang awal kejadian yang kalian alami,” kata kancil.

“ baik, aku tidak keberatan,” jawab buaya.

Maka di lakukan pengulangan itu. Buaya kembali ke tempat semula, sapi mengembalikan kayu besar ke punggung buaya, dan menceritakan kejadiannya.

“ Benarkah kejadiannya seperti ini???” Tanya kancil.

“ benar!” jawab sapi dan buaya bersamaan.

“ Lalu Pak buaya memanggil ku, agar aku mau menolongnya.” Kata sapi.

Kancil mendekati sapi dan berbisik lirih, “Ayo kita tinggalkan buaya jahat ini,” kata kancil.

Sapi baru sadar, inilah kesempatan baginya lolos dari bahaya maut. Tanpa basa-basi lagi sapi dan kancil langsung melarikan diri.

“ hei, tunggu…..! jangan pergi dulu…..! teriak buaya.

Tapi sapi dan dan kancil tak menghiraukannya. Makanya jangan terlalu rakus dan tak tau balas budi, akibatnya bisa celaka sendiri.

Entry Filed under: Cerita Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2011
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: