KANCIL DAN BUAYA

November 29, 2011 nuzulianiqarlina

Anjing sangat marah karena di tipu oleh kancil, setelah di pukuli pak tani,anjing kemudian mengejar kancil. “ hai kancil kurang ajar, tunggu aku akan ku gigit kaki kamu!!!!” kata anjing.

“ Loh kok marah???, kau sendiri yang minta di ambil menantu pak tani, ” sahut kancil sambil mempercepat larinya. Hug-hug huuuh….! Dasar penipu!! Kau bilang kau mau di jadikan menantu, padahal pak tani mau memotong kamu untuk di jadikan sate..! balas anjing.

Kancil memang bertubuh kecil, tetapi otaknya cerdas, kalau adu lari pasti dia kalah, maka kancil bersembunyi di balik perumpunan belukar, anjing tidak mengetahui dan terus mengejar. “Dasar anjing bodoh,” kata kancil sambil tertawa. Dengan hati-hati ia tutup jejak kakinya dengan debu agar tidak di endus anjing, benar! Anjing itu tidak mengetahui keberadaanya.

Cukup lama kancil bersembunyi, setelah merasa aman ia keluar dari belukar, ”ku kira sudah sangat jauh anjing itu berlari, saatnya keluar,” Kata kancil. Kancil berjalan ke arah yang berlawanan dengan anjing, hingga suatu ketika ia sampai di tepi sungai “ wah, bagaimana cara menyeberangi nya? Sepertinya sungai ini cukup dalam!”. Kancil merenung sejenak mencari akal. “ Naaahh, ketemu sekarang,!!” kata kancil.  Ia berjalan ke arah rerumpununan pohon pisang yang masih kecil, dengan sekuat tenaga ia doroong-dorong batang pohon pisang itu hingga satu persatu roboh. Apakah yang akan di perbuatnya dengan batang pohon pisang itu??  Ternyata si kancil mau membuat rakit untuk menyeberangi sungai.

Pintar juga si kancil, kini setelah rakitnya selesai, ia tarik ke tepi sungai. “Aduh, beratnya..!” kancil mengeluh.  Tanpa di sadari oleh kancil, seekor buaya besar mengintai si kancil dari belakang, dan huup….  Kaki kancil sudah di terkam sang buaya. “ aduh, pak buaya ! tunggu sebentar….!”. “Tunggu apa lagi kancil? Perut ku sudah lapar! Kata buaya.  “ jangan khawatir pak buaya, aku tidak mungkin  bisa melwan kamu, tapi aku sedang lapar juga, jadi biarkan aku mencari makan dulu.” Jawab kancil.

Pak buaya menurut, ia lepaskan gigitannya pada kaki kancil. “ jadi apa mau kamu kancil?” tanya buaya.  “ teman kamu banyak  kan pak buaya?  Balas Tanya kancil.  Ya ,betul kencil. Ada apa ?? “ kata buaya”. Kemudian buaya memanggil teman-temannya, dalam waktu singkat teman-temannya segera muncul ke permukaan air. “ salah satu dari kalian harus mengantar ku ke seberang untuk mencari makanan biar tubuh   jadi gendut dan cukup unuk kalian santap bersama,” kata kancil. “ kancil kau jangan coba-coba menipu aku ya?” Ancam pak buaya. “Mana aku berani menipu kamu pak buaya!” jawab kancil. “ Baik, sekarang ku antar kau ke seberang sungai, di sana banyak makanan buah-buahan,” kata buaya.

Kemudian kancil segera naik ke punggung pak buaya untuk menyeberang. “ waaah!, asyik…. “ kata kancil dengan riang gembira. “ nikmatilah kegembiraan kamu karena sebentar lagi kau akan masuk ke dalam perut ku.” Pikir pak buaya. “ ingat kancil, jangan coba-coba kau menipu ku” kata pak buaya sambil menunggu di pinggir sungai, sementara itu kancil mencari buah-buahan untuk di santap sepuasnya.

Tak berapa lama kancil muncul lagi dengan perut lebih besar, rupanya sudah kenyang dia amakan buah-buahan. “ pak buaya berapa jumlah teman kamu?” Tanya kancil. “ banyak kancil,” jawab buaya. “ ya di hitung dong pak buaya berapa jumlah teman kamu? “ kata kancil. “belum pernah ku hitung kancil!” perjelas pak buaya. “ wah, payah bagaimana cara membagi daging ku nanti? Keluh kancil.

“Baiklah, aku yang menghitung jumlah kalian,sekarang berbarislah dengan rapi membentuk jembatan hingga ke seberang sana.” Kata kancil.  “setuju kancil! Tapi karena aku yang pemimpin buaya di sungai ini maka aku berhak mendapat bagian paha kamu! ” Kata buaya.

Para buaya berjajar rapi,kancil melompat dari punggung buaya ke punggung buaya lainnya, sambil menghitung satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya hingga sampai di seberang sungai.  Begitu sampai di seberang sungai kancil melambaikan tanganya “ terimaksih pak buaya dan selamat tinggal!!” kata kancil. “ kancil, kau jangan pergi begitu saja! Aku belum memakan kamu,” kata buaya dengan marah. Tetapi kancil terus berlari kencang tanpa menghiraukan para buaya yang hendak memangsanya.

Entry Filed under: Cerita Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: