Puisi Untuk IBU

November 9, 2011 nuzulianiqarlina

IBU

ibu

sekian lama

aku bersemedi direlung gua teduhmu

sembari bertapa

kau suapi aku dengan cinta

dari telagamu

aku meluncur bagai kesiur…

ibu

kaulah danau

tempat aku meredam racau

tak pelak

dari kawahmu aku bermula

ibu

kaulah langit

tempat aku mengemis harap

yang sekali ketika

kau rinaikan hujan kasihmu

ibu

kaulah bumi

tempatku terlentang dan berbaring

bermain dan istirah

ibu

kaulah tanah

tempatku mukim diceruk rahim

seketika kau sawah

tempatku memanen bebutir padi

ibu

kaulah awan

tempatku bernaung dari terik yang pengap

ibu

kaulah laut

tempatku berenang di ombak kasihmu

ibu

kaulah gunung

tempatku memijak dan berdiri regak

dari lerengmu aku mendaki kasihmu

ibu

kaulah samudra

tempatku menampung paru dan jantung

ibu

kaulah dermaga

tempatku melabuhkan perahu jiwa

ibu

kaulah cahaya yang lenyapkan gelapku

kaulah api yang hangatkan dinginku

kaulah air yang sejukkan panasku

kaulah mentari yang terangkan petangku

kaulah rembulan yang menjadi pahlawan malamku

ibu

kasihmu tulus tak perlu di tebus

cintamu teduh tak butuh di sepuh

doamu sejuta lebih mustajab

tinimbang doa seribu kekasih

ibu

sambil mengembara

aku menjadi musafir

yang mencari surga di telapak kakimu

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/10/ibu-8.html#ixzz1dCvLlbLT
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.
ORANG YANG TAK TERGANTIKAN

dirimu.
Hanya satu.
Tak kan pernah kutemukan dimanapun.
Tak kan ada yang bisa menggantikanmu.

Dirimu di hidupku.
Berarti penting.
Aku yang kini beranjak dewasa.
Tak akan begini tanpamu.

Kau asuh aku.
kau didik aku.
Kau sayangi aku.
Dengan apa harus ku balas semua itu?

Sekarang aku jauh darimu.
Sekarang aku harus belajar hidup tanpamu.
Tak ada lagi belaian kasih sayangmu.
Tak ada lagi kudengar suaramu.

Ibuku…
apa kabarmu hari ini?
Kamu orang yang tak kan pernah tergantikan.
Sampai kapanpun………

karya: iya goga
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/orang-yang-tak-kan-tergantikan.html#ixzz1dCyEl3fh
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

 

UNTUK IBU
butir air mata menumpuk dipelupuk matamu
jelaskan rasa,saat kau baca baris baris cinta dari sang pendosa
kuusapkan, telapak tanganku pada pipimu yang pucat
kurasakan, dadaku semakin sesak dan ngilutak ada yang bisa kuucapkan hari ini
seperti malam malam kemarin,
bersama cahaya kejora dimalam itu
aku hanya terdiam bisu

ingin aku berkata
aku cinta kamu
namun, bibir ini terkatup rapat. tercekat

kurasa getaran merangkak diujung jari jariku yang kaku
sungguh! aku pendosa bodoh yang tak pandai bicara
untuk sekedar bicarakan cinta
biarlah, cinta ini kupendam dalam sepi
hingga kutemukan tangga pelangi untuk menujumu. Bidadari

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/untuk-ibu-3.html#ixzz1dCyXoSs7
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

 

Entry Filed under: Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: