Arsip untuk November 2011




KANCIL DAN BUAYA

Anjing sangat marah karena di tipu oleh kancil, setelah di pukuli pak tani,anjing kemudian mengejar kancil. “ hai kancil kurang ajar, tunggu aku akan ku gigit kaki kamu!!!!” kata anjing.

“ Loh kok marah???, kau sendiri yang minta di ambil menantu pak tani, ” sahut kancil sambil mempercepat larinya. Hug-hug huuuh….! Dasar penipu!! Kau bilang kau mau di jadikan menantu, padahal pak tani mau memotong kamu untuk di jadikan sate..! balas anjing.

Kancil memang bertubuh kecil, tetapi otaknya cerdas, kalau adu lari pasti dia kalah, maka kancil bersembunyi di balik perumpunan belukar, anjing tidak mengetahui dan terus mengejar. “Dasar anjing bodoh,” kata kancil sambil tertawa. Dengan hati-hati ia tutup jejak kakinya dengan debu agar tidak di endus anjing, benar! Anjing itu tidak mengetahui keberadaanya.

Cukup lama kancil bersembunyi, setelah merasa aman ia keluar dari belukar, ”ku kira sudah sangat jauh anjing itu berlari, saatnya keluar,” Kata kancil. Kancil berjalan ke arah yang berlawanan dengan anjing, hingga suatu ketika ia sampai di tepi sungai “ wah, bagaimana cara menyeberangi nya? Sepertinya sungai ini cukup dalam!”. Kancil merenung sejenak mencari akal. “ Naaahh, ketemu sekarang,!!” kata kancil.  Ia berjalan ke arah rerumpununan pohon pisang yang masih kecil, dengan sekuat tenaga ia doroong-dorong batang pohon pisang itu hingga satu persatu roboh. Apakah yang akan di perbuatnya dengan batang pohon pisang itu??  Ternyata si kancil mau membuat rakit untuk menyeberangi sungai.

Pintar juga si kancil, kini setelah rakitnya selesai, ia tarik ke tepi sungai. “Aduh, beratnya..!” kancil mengeluh.  Tanpa di sadari oleh kancil, seekor buaya besar mengintai si kancil dari belakang, dan huup….  Kaki kancil sudah di terkam sang buaya. “ aduh, pak buaya ! tunggu sebentar….!”. “Tunggu apa lagi kancil? Perut ku sudah lapar! Kata buaya.  “ jangan khawatir pak buaya, aku tidak mungkin  bisa melwan kamu, tapi aku sedang lapar juga, jadi biarkan aku mencari makan dulu.” Jawab kancil.

Pak buaya menurut, ia lepaskan gigitannya pada kaki kancil. “ jadi apa mau kamu kancil?” tanya buaya.  “ teman kamu banyak  kan pak buaya?  Balas Tanya kancil.  Ya ,betul kencil. Ada apa ?? “ kata buaya”. Kemudian buaya memanggil teman-temannya, dalam waktu singkat teman-temannya segera muncul ke permukaan air. “ salah satu dari kalian harus mengantar ku ke seberang untuk mencari makanan biar tubuh   jadi gendut dan cukup unuk kalian santap bersama,” kata kancil. “ kancil kau jangan coba-coba menipu aku ya?” Ancam pak buaya. “Mana aku berani menipu kamu pak buaya!” jawab kancil. “ Baik, sekarang ku antar kau ke seberang sungai, di sana banyak makanan buah-buahan,” kata buaya.

Kemudian kancil segera naik ke punggung pak buaya untuk menyeberang. “ waaah!, asyik…. “ kata kancil dengan riang gembira. “ nikmatilah kegembiraan kamu karena sebentar lagi kau akan masuk ke dalam perut ku.” Pikir pak buaya. “ ingat kancil, jangan coba-coba kau menipu ku” kata pak buaya sambil menunggu di pinggir sungai, sementara itu kancil mencari buah-buahan untuk di santap sepuasnya.

Tak berapa lama kancil muncul lagi dengan perut lebih besar, rupanya sudah kenyang dia amakan buah-buahan. “ pak buaya berapa jumlah teman kamu?” Tanya kancil. “ banyak kancil,” jawab buaya. “ ya di hitung dong pak buaya berapa jumlah teman kamu? “ kata kancil. “belum pernah ku hitung kancil!” perjelas pak buaya. “ wah, payah bagaimana cara membagi daging ku nanti? Keluh kancil.

“Baiklah, aku yang menghitung jumlah kalian,sekarang berbarislah dengan rapi membentuk jembatan hingga ke seberang sana.” Kata kancil.  “setuju kancil! Tapi karena aku yang pemimpin buaya di sungai ini maka aku berhak mendapat bagian paha kamu! ” Kata buaya.

Para buaya berjajar rapi,kancil melompat dari punggung buaya ke punggung buaya lainnya, sambil menghitung satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya hingga sampai di seberang sungai.  Begitu sampai di seberang sungai kancil melambaikan tanganya “ terimaksih pak buaya dan selamat tinggal!!” kata kancil. “ kancil, kau jangan pergi begitu saja! Aku belum memakan kamu,” kata buaya dengan marah. Tetapi kancil terus berlari kencang tanpa menghiraukan para buaya yang hendak memangsanya.

Iklan

Add a comment November 29, 2011

KISAH NABI

Cerita Nabi Idris Melihat Pintu Surga dan Pintu Neraka

Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”

“Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.

Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.

“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael.

“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.

Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idrislangsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.

Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi Idris ke surga. “Assalamu’alaikum…” kata Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.

Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.

Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau  tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.

Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.

Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.

Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”

“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang.

Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.

“Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.

“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Izrael.

“Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.

Firman Allah:

“Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).

***
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.

“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

Sumber Bacaan: Alkisah Nomor 01 / 3-16 Januari 2005

Gambar: http://www.eternalhell.net/Choices%20-%20heaven%20or%20hell.jpg

Selesai

Add a comment November 29, 2011

PUISI RINDU

  • Tentang Rindu

Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani
Biarlah ku nikmati kesunyian ini

Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini
Biarlah ku nikmati kehampaan ini
Mungkin air mata yang tulus
Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta

Semoga kerinduan ini kan segera berakhir
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna
Dan dapat membuat ku bahagia

oleh: Dahyee Poetra

  • Kerinduan

Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti

Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal

Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah

Sumber: Angrek biru

  • Cinta dan Rinduku Padamu

Adakah engkau disana sepertiku
Memasuki dunia hayalanku yang mencaci
Aku berhayal berduaan dengan mu
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu

Wahai cintaku disana
Mengapa kau tak mengenaliku
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu

Adakah engkau disana sepertiku
Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
Saat berhadapan dengan mu

Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku
Engkau cintaku, cinta terpendamku
Engkau rinduku, rindu tak bertuanku.

  • Rindu

Akan ke manakah angin melayang
Tatkala turun senja nan muram
Pada siapa lagu kuangankan
Kelam dalam kabut rindu tertahan

Datanglah engkau berbaring di sisiku
Turun dan berbisik tepat di sampingku
Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
Kuingin menjerit dalam pelukanmu

Akan kemanakah berarak awan
Bagi siapa mata kupejamkan
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan di hati berguguran

Sumber : http://www.AsianBrain.com. (Emha Ainun Nadjib)

  • Selalu Merindu

Rindu adalah tali yang tak pernah putus
Merentang di tiang hati, di tiang mimpi
Kadangkala di singgahi burung yang mengelakkan kabut
Pada pagi dingin yang mengaburkan sinar matahari

Rindu adalah tiang yang tak pernah tumbang
Tegak dilorong kehidupan, disepanjang labuh usia
Disitu tergantung lampu kenangan dan ingatan
Biarpun hari semakin tua dan kelam sudah bermula

Rindu adalah lorong yang tak pernah tertutup
Dari musim ke musim ia menjadi laluan
Pengembara yang mencari cintanya yang hilang
Disitu rumput yang telah lama bertukar warna
Bunga dan daun silih berganti segar dan kuncup

Rindu adalah musim yang tak pernah tentram
Resah datang gelisah berulang mengusik nasib
Hanya dzikir dan do’a menjadi penawar mereda pedih dan sakit
Dan sesekali puisi menjadi nyanyian yang mengharukan
Dalam senyap air mata perlahan-lahan menitik

  • Lagu Rindu

Teringat ucapan mu padaku
Tunggulah aku bersama cintaku dan kesetiaanku
Dan ku katakan padamu
Bahwa aku akan menunggumu

Suaramu di seberang sana
Mengobati rasa sakit karena rindu
Rasa curiga yang berkecamuk di dada
Namun hanya sekejap saja

Aku memang menunggumu
Selalu menunggumu
Mempertahankan rindu ku
Mengagungkan cinta ku

Aku ingin kaupun begitu
Tetap merindui ku
Mengingat setiap waktu yang telah kita lalui
Dan akan kembali kepadaku lagi

 

  • Untuk Ku

 

Lidah membuat kita terluka
Hingga…
Ego membuat kita terpisah

Aku pergi ke heningan malam
Engkau pergi ke ujung jalan
Tanpa menoleh lagi kebelakang

Di tepi pasir putih ini
Aku kembali merenungimu
Mengapa pengorbanan untuk cinta kita
Tak di anggap ada

Aku kembali kesini
Tempat di saat kita berpisah
Karena rinduku padamu
Berharap kau berfikiran sama
Kembalilah untukku dari ujung jalan sana

 

  • Senja Yang Indah

 

Saat matahari mulai terbenam
Aku melihatmu tersenyum di sampingku
Aku tak berkedip menatap matamu
Bagiku, matamu begitu sempurna

Hari itu
Aku merasakan denyut nadimu
Detakan keras jantungmu
Harum nafasmu
Juga hangat cintamu

Kini tentangmu kujadikan crita sebelum tertidur
Ku jadikan bayang kerinduan sebelum terlelap
Dan Ku jadikan Pelabuhan di alam mimpi
Jiwa ini, Hati ini, Hidup ini begitu merindukanmu
Engkau adalah kisah terindahku

  • Yang Terjadi

Apa yang akan terjadi pada Diri
Sudah tertulis di Kabut Gunung Giri
Walau seperti menguap di Tengah Hari
Itu masih nyata tertera di Cosmic Memory

Tapi aku harus terus Menyanyikan Lagu
Itulah hiburan melepas Rindu Kalbuku
Rindu kepada yang pernah menemaniku semasa waktu
Kepada Dia yang membuatku terlena

Aku tak mampu
Membuat jadi lebih baik seseorang
Biar kubaca Puisi hanya untuk Batu Karang
Karena Rinduku kepadaNya, Dulu dan Sekarang

Sumber: http://www.mentari.biz/puisi-rindu.html

2 komentar November 23, 2011

Kumpulan Puisi

MUNGKINKAH

Jika dia kukenal

Mungkinkah….

Jika dia ku sayang..

Mungkinkah..

Jika dia ku cinta..

Mungkinkah..

 

Mengapa ragu,bimbang,takut..

Itu ada dalam khayalan ku

Atau semua rasa ini ada..??

Aku bingung dengan semua ini…

 

KESALALAHAN KU

Aku terbawa arus yang sangat jauh

Dimana aku tak tahu lagi harus kemana

Tuk menampakkan ke daratan

Cinta ini membuatku bimbang

 

Hatiku slalu sakit

Saat aku harus kehilangan semuanya

Entah bagaimana lagi

Disaat aku merasa dapatkan kebahagianku

Ternyata itu salah

Aku ambil cinta yang belum tentubuat aku bahagia

Dan inilah awal penderitaan ku

 

KASIH DAN SAYANG

Diantara hitam putih menyapa.

Diantara sinar mentari yang kian membara

Dan diantara hiruk piruk dunia fana

 

Kau jaga diri ini dengan segala yang kau bisa

Bisikan kasih dan sayangmu

Begitu lepas dan menyentuh jiwaku

Dengan segala keterbatasan yang kau miliki

 

Kau tabor berjuta kasih di hatiku

Ku tak berdaya dihadapan kasih dan sayangmu

Ku tak mampu berpaling dari jeratan hatimu

Ku tak kuasa meninggalkan gejolak jiwaku

Ku tak berdaya menepis hasrat dan rasaku

 

Kebebasan yang kau berikan,mengikatku

Budi bahasa yang kau bawa,meluluhkan kalbu

Ketulusan yang engkau berikan,membuatku berarti.

Dan entah apalagi…

 

Mungkin kau ak sadar itu

Mungkin pula kau tak mengerti

Berpaling darimu adalah kebodohan ku

Meninggalkanmu hanya menyiksa jiwa ku.

 

Sumber : http://www.puisipuisi.com

2 komentar November 16, 2011

Puisi Untuk IBU

IBU

ibu

sekian lama

aku bersemedi direlung gua teduhmu

sembari bertapa

kau suapi aku dengan cinta

dari telagamu

aku meluncur bagai kesiur…

ibu

kaulah danau

tempat aku meredam racau

tak pelak

dari kawahmu aku bermula

ibu

kaulah langit

tempat aku mengemis harap

yang sekali ketika

kau rinaikan hujan kasihmu

ibu

kaulah bumi

tempatku terlentang dan berbaring

bermain dan istirah

ibu

kaulah tanah

tempatku mukim diceruk rahim

seketika kau sawah

tempatku memanen bebutir padi

ibu

kaulah awan

tempatku bernaung dari terik yang pengap

ibu

kaulah laut

tempatku berenang di ombak kasihmu

ibu

kaulah gunung

tempatku memijak dan berdiri regak

dari lerengmu aku mendaki kasihmu

ibu

kaulah samudra

tempatku menampung paru dan jantung

ibu

kaulah dermaga

tempatku melabuhkan perahu jiwa

ibu

kaulah cahaya yang lenyapkan gelapku

kaulah api yang hangatkan dinginku

kaulah air yang sejukkan panasku

kaulah mentari yang terangkan petangku

kaulah rembulan yang menjadi pahlawan malamku

ibu

kasihmu tulus tak perlu di tebus

cintamu teduh tak butuh di sepuh

doamu sejuta lebih mustajab

tinimbang doa seribu kekasih

ibu

sambil mengembara

aku menjadi musafir

yang mencari surga di telapak kakimu

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/10/ibu-8.html#ixzz1dCvLlbLT
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.
ORANG YANG TAK TERGANTIKAN

dirimu.
Hanya satu.
Tak kan pernah kutemukan dimanapun.
Tak kan ada yang bisa menggantikanmu.

Dirimu di hidupku.
Berarti penting.
Aku yang kini beranjak dewasa.
Tak akan begini tanpamu.

Kau asuh aku.
kau didik aku.
Kau sayangi aku.
Dengan apa harus ku balas semua itu?

Sekarang aku jauh darimu.
Sekarang aku harus belajar hidup tanpamu.
Tak ada lagi belaian kasih sayangmu.
Tak ada lagi kudengar suaramu.

Ibuku…
apa kabarmu hari ini?
Kamu orang yang tak kan pernah tergantikan.
Sampai kapanpun………

karya: iya goga
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/orang-yang-tak-kan-tergantikan.html#ixzz1dCyEl3fh
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

 

UNTUK IBU
butir air mata menumpuk dipelupuk matamu
jelaskan rasa,saat kau baca baris baris cinta dari sang pendosa
kuusapkan, telapak tanganku pada pipimu yang pucat
kurasakan, dadaku semakin sesak dan ngilutak ada yang bisa kuucapkan hari ini
seperti malam malam kemarin,
bersama cahaya kejora dimalam itu
aku hanya terdiam bisu

ingin aku berkata
aku cinta kamu
namun, bibir ini terkatup rapat. tercekat

kurasa getaran merangkak diujung jari jariku yang kaku
sungguh! aku pendosa bodoh yang tak pandai bicara
untuk sekedar bicarakan cinta
biarlah, cinta ini kupendam dalam sepi
hingga kutemukan tangga pelangi untuk menujumu. Bidadari

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/untuk-ibu-3.html#ixzz1dCyXoSs7
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

 

Add a comment November 9, 2011

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Posts by Month

Posts by Category